Panama Paper, Kantor Pusat Firma Hukum Mossack Fonseca

ROCK IN ROLLNYA JOKOWIDunia para hedonis gempar gempita gegara pengungkapan dokumen Panama Papers ke media. Sebuah dokumen rahasia berukuran 2,6 TeraByte (2600 GB) yang berisi data 11,5 juta orangkaya seluruh dunia mengamankan hartanya dari jeratan pajak di negaranya.Lantas apa hubungannnya dengan Jokowi?

Dalam sebuah kesempatan Prsiden RI ke 7 itu menyampaikan dirinya tidak terkejut dengan terbukanya skandal dunia itu, karena dirinya sudah memiliki data serupa sebelum terpilih menjadi Presiden.Pernyataan resmi seorang Presiden tentu tidak asal “njeplak”. Data yang menurutnya lebih lebih lengkap dan detil khususnya milik para konglomerat, pejabat, politikus dari Indonesia menjadi “kartu As” Jokowi “mengamankan” dirinya sekaligus negaranya dari serangan orang orang berduit yang rakus kuasa. Melegalkan uang sebagai sarana menguasai, apapun itu.Sinyal “kartu As” Jokowi bisa kita cermati saat kampanye Pilpres 2014 silam. “Dana itu ada, tinggal kita mau atau tidak menarik dan memanfaatkan untuk membangun negeri ini” demikian salah satu kalimat Jokowi dalam acara Debat Capres yang disiarkan langsung.

Sebagian kalangan menilai pernyataan Jokowi adalah niatan “ngutang” ke negara lain, menambah fantastis angka hutang yang diwariskan penguasa sebelumnya.Saya yang bodohpun berfikir demikian. Hingga belum genap setahun menjadi Presiden, melalui proyek infrastruktur Jokowi berhasil menarik dana investasi asing hingga puluhan milyar dollar. Begitu dipercayanya Presiden Baru kurus, cungkring, plongak plongok itu oleh orang orang berduit dari penjuru dunia.

Tapi bukan Jokowi kalau tidak punya strategi jangka panjang berkelas dunia. Investasi masuk bagai air bah (masa bodo kontroversi nyinyir lawan). Setiap bulan kita disajikan peresmian proyek proyek infrastruktur yang nyata selesai dibangun.Saat orang fokus pada pembangunan dari Sabang sampai Merauke, Jokowi mulai mengeluarkan jurus“kunyuk melempar buah” ala Wiro Sableng.

Isu TaxAmnesty dihembuskan tanpa basa basi. Pengampunan Pajak bagi orang orang nakal yang menyimpan kekayaannya di luar negeri ditawarkan sebagai langkah menarik “dana liar”. Dana milik WNI yang disimpan di luar negeri silahkan pulang ke kampung halaman, dengan jaminan pengampunan pajak yang seharusnya mereka bagi kepada Pemerintah.Saya yang bodoh sekali lagi garuk garuk kepala.

Mana ada konglomerat yang mau menarik simpanannya kembali ke Indonesia? Mereka lebih nyaman menyimpan “celengan babi”nya ke brankas nun jauh disana. Tax Amnesty menjadi bahan olokan yang hil mustahil dillaksanakan.Dan minggu minggu ini kebodohan saya menemukan jawaban cerdas.

32D5F56B00000578-3522453-image-a-22_1459768276030

Panama Papers membuka mata dan arogansi kita akan adanya konspirasi ekonomi dunia. Celakanya Indonesia menyumbang nama pelaku konspirasi dengan jumlah yang fantastis. Lembaga lembaga keuangan Dunia berencana membekukan simpanan haram itu, atas permintaan negara asal pelakunya.Indonesia termasuk lebih “berbaik hati” dengan jurus Tax Amnestinya. Menteri Keuangan memperkirakan 11.400 Trilyun (berapa angka nolnya, hitung sendiri) dana yang bisa pulang ke kampung dengan diberlakukannyatax amnesti.

Tidak harus semuanya, cukup separohnya saja lumayan bisa membuat Singapore bangkrut, Swiss mendadak bokek.Pernyataan Jokowi saat kampanye Pilpres, terlambat kita sadari. Uang kita banyak tapi berada di dompet tetangga, Jokowi punya strategi santun tapi benar benar jleb, nyaris tanpa perlawanan. Jadi ber-analogi : “Ngapain capek ngeributin Freeport yang duitnya cuma “recehan”.Apalagi Petral yang hanya sebatas makelaran.

Ada yang lebih bangkotan mesti diurus”Semoga kita yang bodoh jadi pintar jika mau bermain orkestra metal rock’in roll bersama Jokowi sang Dirigen. Yang sudah merasa pintar silahkan memainkan terus orkestra keroncong lama warisan mbahmu, mbahku, mbah kita semua. jakarta 14 april 16 pukul emboh lali tangi turu bukak lptot gk cucu muka soale

Download daftar nama Panama Paper Indonesia :

(1)  indonesian_in_panama_papers,

(2)  indonesian_in_panama_papers 2

(Mencari nama : tekan Ctrl + F)

3bbe6ff1604ed4c0806b08f10fee568f-624x627

(ylliW)