Lis Yuliawati, Fajar Ginanjar Mukti Selasa, 26 Januari 2016, 14:33 WIB  (ylliW)

 VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai terjadi kesalahan dalam mekanisme penyiapan atlet-atlet nasional untuk berlaga di ajang internasional, seperti SEA Games hingga olimpiade.

Hal tersebut, menurut Ahok, sapaan akrab Basuki, menyebabkan Indonesia tak kunjung memiliki prestasi yang menonjol dalam ajang olahraga internasional.

“Pernah enggak selama ini kita terima lima medali emas misalnya dari olimpiade? Enggak pernah. Berarti ada yang salah,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa, 26 Januari 2016.

Ahok menganggap, pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) atau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) belum optimal. Mekanisme penyiapan atlet yang selama ini ditempuh tidak menjamin para atlet dapat berprestasi di kancah internasional.

Menurut dia, cara yang lebih baik ditempuh oleh pemerintah adalah memanfaatkan kerja sama kota mitra (sister city) yang biasanya dimiliki pemerintah-pemerintah daerah.

Jakarta misalnya, memiliki kerja sama kota mitra dengan Moskow, Rusia. Dengan demikian, Dinas Olahraga dan Pemuda DKI bisa mengirimkan atlet-atlet muda asal Jakarta yang berbakat di cabang olahraga gulat dan catur untuk berlatih di Rusia. Rusia dikenal sebagai negara yang cukup berprestasi di kedua cabang olahraga itu.

“Saya lagi berpikir atlet-atlet kita enggak usah ikut Pelatda, Pelatnas. Langsung dikirim aja buat sekolah di sister city, tergantung sister city-nya jago di cabang olah raga apa,” kata Ahok.sister city

Dia melanjutkan, “Kita kirim. Biayain, sekolahin tiga tahun. Enggak perlu mendadak diikutkan Pelatda kalau mau ada PON (Pekan Olahraga Nasional). Saya kira cara ini akan merevolusi konsep penyiapan atlet kita.”

sister city di negara tetangga :

Ann Arbor, Michigan

800px-Ann_Arbor_Sister_Cities_Sign

our-sister-cities

AustraliaHuntington Beach_4th July_smaller

CS503_Signs1-9_RevE-5NEWEST

Videonya : menit ke  23:48