28 October, 2015   Author : Satryo Ariwibowo   (ylliW),   Posted Under : News

6.-Jokowi-Kisah-Blusukan-Cover

Beberapa hari yang lalu sempat muncul foto yang cukup menghebohkan dunia maya. Foto ini bikin heboh karena ini foto tentang Jokowi yang lagi berkunjung ke Amerika Serikat. Apapun tentang Jokowi gak tau kenapa pasti bikin heboh ya

rsz_20956304b4abf2a71446005578-560x370

Tuh sebelah kiri, ijo-ijo

Foto yang beredar memperlihatkan Jokowi yang baru aja turun dari pesawat. Kaya gak ada yang aneh ya, tapi yang bikin rame tuh pas terlihat ada benda kaya tempat sampah dan seseorang yang diduga tukang sampah yang lagi diri di deket pesawat milik Indonesia. Foto ini pun mengundang perhatian netizen. Salah satu netizen di akun facebooknya ada yang mengatakan kalo Jokowi disambut tukang sampah di AS

rsz_72056304199983981446003097-560x415

Setelah banyak diperbincangkan sama orang-orang yang aktif di media sosial, akhirnya beredar berita lagi kalo benda yang ada di sisi kiri foto itu bukan tempat sampah, melainkan alat pemadam kebakaran yang super canggih punya militer AS yang namanya Model 775 – Wheeled Novec 1230 Fire Extinguisher. Nih alatnya

rsz_3595630463377f5c1446004275-560x373

Tuh kan, bukan tong sampah

Jadi udah jelas kan, Jokowi dateng ke AS bukan disambut sama tukang sampah seperti apa yang dibacarin sama orang-orang di media sosial. Jadi pelajaran nih buat kamu, mungkin ada baiknya kamu kalo mau posting, riset dulu dikit. Biar postingannya valid. Setuju gak? Gak ya? Yaudah deh gapapa, yang penting komen di bawah

12189895_1071176942906900_5363041583436930603_n

Soal karpet merah juga jadi pertanyaan. Kenapa karpet hanya sepotong. Bukankah biasanya karpet merah kehormatan terhampar sampai mobil? Hal ini juga jadi perdebatan. Ada yang berkata, tak masalah sepanjang apa yang penting ada karpet merah untuk penghormatan.

Menurut saya pribadi sih tidak ada yang salah dalam kedua gambar itu, karena foto pertama dia bukan cleaning service, dan pada foto kedua itu sepertinya memang karpetnya memang segitu seperti penyambutan lainnya. Tapi kenapa foto ini bisa jadi heboh ya? Bagaimana komentar kalian? [Brilio, LingkaranNews]

OB

 

074480000_1445911280-jokowi-6

Catatan Menteri ESDM Soal Kunjungan Jokowi ke AS

Rista Rama Dhany – detikfinance
Selasa, 27/10/2015 18:20 WIB
 ,
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS), salah satunya bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, Washington. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi mengajak beberapa menteri, salah satunya Menteri ESDM Sudirman Said.Selama di AS, Sudirman Said aktif mendampingi Jokowi dalam setiap pertemuan. Ia mengisahkan setiap pertemuan Jokowi dalam sebuah catatan kecil. Berikut catatan Sudirman Said yang dikutip, detikFinance, Selasa (27/10/2015).Jika orang berharap pada upacara kebesaran, mereka akan kecewa. Kalau yang ditunggu adalah diplomasi basa basi tingkat tinggi, mereka akan kecewa juga. Kalau penghormatan diterjemahkan dengan besarnya bendera, lebarnya karpet merah, dan tingginya pangkat pejabat yang menjemput, mereka akan terus bertanya “Kok Presiden saya kurang dihormati?”Semua upacara penjemputan berlangsung sederhana, cepat, efisien, dan fungsional. Dan Presiden Jokowi adalah presiden yang sederhana, cepat, efisien, dan fungsional. Pada suatu kesempatan di Abu Dhabi, Presiden Jokowi dijemput oleh Pemimpinnya disetiri sendiri, bicara hanya berdua, dan diajak ke tempat jamuan makan kenegaraan, di restoran Jepang, bukan private room pula, dan Presiden kita happy saja.Di kesempatan lain, saya ikut rangkaian kegiatan kunjungan kerja menyusuri Jawa bagian barat sampai Sumatera. Para Menteri tidak dibawa seluruhnya dari satu lokasi ke lokasi lainnya, melainkan diminta bergiliran mendampingi tergantung urusannya. Menteri yang sudah selesai urusannya, diminta kembali ke Jakarta. Dan Menteri yang hanya berurusan di satu titik diminta menyusul tanpa harus ‘repot’ mengikuti seluruh rangkaian acara. Perjalanan Presiden selalu dengan rombongan ‘ramping’, efisien, dan seperlunya.Kembali ke kunjungan ke AS, bila yang diharapkan adalah diskusi mendalam pimpinan kedua negara, kunjungan ini sukses besar. Semua aspek strategis dibicarakan dengan hangat dan terbuka, mulai dari investasi, ekonomi, energi bersih, perubahan iklim, terorisme, dan demokrasi hingga urusan kesehatan rakyat.

Jika penghormatan diterjemahkan dengan saling respek, maka kehadiran Presiden Jokowi menuai respek amat besar. Hal-hal yang sensitif dan pemerintah Indonesia meminta tidak disentuh, pemerintah AS mengikutinya.

Sebagai contoh Freeport dan Kasus Bioremediasi Chevron, tidak ada pembicaraan itu sama sekali di semua sesi pertemuan, baik dengan pemerintah maupun bisnis.

Respek juga terlihat ketika selesai pembicaraan resmi kedua pemimpin negara, Presiden Obama mengajak Presiden Jokowi keliling Gedung Putih, bahkan diajak singgah ke area housing tempat tinggal keluarganya.

Sesuatu yang amat-amat jarang dilakukan dengan tamu negaranya. Bahkan yang semula protokol menata acara pelepasan di ruang oval, Obama secara spontan mengubah rencana, mengantarkan Presiden Jokowi dan seluruh delegasi ke beranda White House melewati koridor pribadinya yang biasanya tidak dilewati tamu. Koridor pribadi adalah jalan penghubung antara rumah tinggal dengan kantornya di White House.

Yang terpenting, bila orang berharap pada hasil nyata kunjungan ini, mereka seharusnya menghargai angka-angka ini. 14 Business Deal ditandatangani, termasuk 11 bidang energi. Investasi US$ 3,5 miliar disepakati. US$ 17 miliar transaksi bisnis ditandatangani.

250 lebih pemimpin bisnis Amerika, terutama investor yang sudah sangat lama berada di Indonesia hadir dalam gala dinner yang hangat. 150 pemimpin bisnis hadir dalam business summit. Tak kurang dari 15 pertemuan “padat berisi” dilakukan oleh Presiden dan delegasinya.

Di San Fransisco, meski presiden memutuskan akan kembali lebih cepat, dikirim empat Menteri untuk melanjutkan kunjungan kerjanya. Sejumlah business deal di bidang digital ekonomi dikomandani Pak Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) terus akan dijalankan, dan akan membawa Republik Indonesia to the next step dalam bidang digital ekonomi.

Presiden Jokowi adalah presiden sederhana, cepat, efisien, dan fungsional. Hasil-hasil nyata yang memberi manfaat bagi rakyat lebih bermakna dari pada upacara kebesaran yang memabukkan, tapi kosong esensi.

Dalam salah satu pidato singkat di Gala Diner semalam, dengan manis Presiden mengapresiasi karya-karya Steve Jobs yang amat user friendly dan penuh pesan simplicity. Di ujung pidato Presiden menutup dengan kata “Kesederhanaan adalah refleksi dari kecerdasan. Hanya orang cerdas seperti Steve Jobs yang mampu membuat hal rumit menjadi sederhana”

12032236_1648956275377551_5997818046339693796_n

12046776_1648712035401975_6441205459779988967_n

12063751_1648712012068644_1570287066312201868_n

12065501_1158554827505245_6988986653790286541_n

Washington DC, 27 Oktober 2015

Sudirman Said