Destyananda Helen        Senin, 14/09/2015 20:44 WIB  (ylliW)

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengklaim perseroan masih dalam posisi aman meskipun posisi nilai tukar terus terkoreksi.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan perseroan telah telah melakukan stress test hingga ke skenario terburuk. Dalam tes tersebut, perseroan memasang skenario untuk nilai tukar rupiah di posisi Rp14.000, Rp16.000, dan Rp18.000 terhadap dolar AS.

Pada skenario terburuk, kata Budi, perseroan bakal mencatatkan kenaikan non-performing loan (NPL) di bawah threshold atau di posisi 3,5%-3,6%. Di posisi tersebut pun, emiten berkode saham BMRI ini masih mencatatkan permodalan yang kuat.

“Sementara CAR kami masih akan di atas 15%, jadi jika dibandingkan kondisi 2008, kondisi kami lebih kuat,” jelas Budi di Jakarta, Senin (14/9/2015).

Sebelumnya, Direktur Keuangan Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dengan menerapkan syarat Basel 3 pun, Kartika menilai posisi CAR Bank Mandiri tersebut masih di atas batas yang ditetapkan.

“CAR kami masih 17,7% dan kalau estimasi kami masih di kisaran 16%-16,5%, jadi masih ada room,” ujar Kartika.

Adapun, dari laporan keuangan publikasinya, hingga Juni 2015, CAR bank pelat merah ini naik 159 basis poin (bps) dari 16,04% pada bulan yang sama tahun lalu.

Sementara itu, dari data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan OJK menunjukkan rasio kecukupan modal kalangan bank umum mencapai 20,28% per Juni 2015 atau naik 83 basis poin secara tahunan (y-o-y) dari 19,45% di bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

100_0784 B

PELINDO IV DAN BANK MANDIRI TEKEN KREDIT Rp. 3T UNTUK PROYEK – PROYEK INI.

Fitri Sartina Dewi Kamis, 15/10/2015 15:59 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR – PT Pelindo IV (Persero) raih kredit investasi Rp3 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. untuk mendanai pembangunan sejumlah proyek perseroan.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan pinjaman dana investasi akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan proyek Makassar New Port (MNP), modernisasi peralatan bongkar muat peti kemas dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan di wilayah operasional Pelindo IV.

“Dengan adanya dukungan pembiayaan dari Bank Mandiri, maka pengerjaan proyek MNP bisa dipercepat dan rencana kerja lainnya juga bisa segera direalisasikan,” kata Doso ketika dijumpai dalam acara penandatanganan perjanjian kredit pembiayaan kredit Pelindo IV dan Bank Mandiri di Makassar, Kamis (15/10/2015).

Dia menuturkan, dari total kredit investasi yang akan dikucurkan bank Mandiri, dana sekitar Rp2 triliun akan dialokasikan untuk pembangunan MNP tahap I fase I yang membutuhkan total biaya investasi Rp1,8 triliun, sedangkan Rp1 triliun akan dialokasikan untuk modernisasi peralatan dan pengembangan pelabuhan lainnya.

Direktur Keuangan Pelindo IV, Budi Revianto mengatakan hingga akhir tahun ini ditargetkan penggunaan kredit dari Bank mandiri bisa mencapai Rp400 miliar. Dengan dukungan pendanaan dari perbankan, imbuhnya, sejumlah rencana kerja dan pembangunan proyek dapat dipercepat realisasinya.

Dia menjelaskan, saat ini progres fisik pembangunan proyek MNP tahap I fase pertama berupa pembangunan dermaga sepanjang 320 meter telah mencapai 7%. Menurutnya, capaian tersebut melebihi target yang ditetapkan sebelumnya yaitu mencapai 2,5% pada Oktober 2015.

“Penyerapan anggarannya sudah mencapai sekitar Rp1,8 miliar dari total biaya investasi tahap 1 fase pertama yang mencapai Rp1,8 triliun,” ujarnya.

Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Indarto Pamoengkas mengatakan penyaluran kredit akan dilakukan secara bertahap hingga 2017, dengan jangka waktu pengembalian hingga 7,5 tahun.

Dia mengungkapkan, penyaluran kredit investasi ke Pelindo akan dilakukan berdasarkan perkembangan pengerjaan proyek di lapangan. “Pelindo rencananya penagihannya kecil pada tahun ini, karena tinggal tiga bulan lagi.  Tahun depan sepertinya baru akan ada penyaluran dana besar-besaran,” tuturnya.

Pengerjaan fisik MNP secara keseluruhan terbagi atas 2 tahapan utama dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp8,5 triliun. MNP tahap I dibangun dengan total area seluas 45 ha. Secara terperinci, tahap IA ditargetkan rampung pada 2018 dan beroperasi secara efektif pada 2019 mendatang dengan kapasitas terpasang 500.000 TEU’s.

Setelah tahap IA tuntas dikerjakan, proses pembangunan akan dilanjutkan untuk tahap IB dan IC dengan total kapasitas mencapai 1,5 juta TEU’s, sedangkan tahap kedua mencapai 2 juta TEU’s yang ditargetkan rampung 2050.

Secara keseluruhan, total kapasitas MNP, ditambah dengan kapasitas eksisting Pelabuhan Makassar 4,2 juta TEU’s, dengan panjang dermaga 2.850 meter dan lapangan penumpukan 171 ha. Saat ini, progres pembangunan MNP terus berjalan dimana saat ini dilaksanakan pembangunan akses jalan, pembebasan lahan untuk akses jalan, serta pendatangan material untuk pembangunan.

dnp-logo-a35b5918684891c662ccd49b5cb0e8e4