Selasa, 13 November 2012   (ylliW)

Rangkaian koleksi ZARA menawarkan rancangan busana dari formal kasual hingga pakaian dalam serta tas, sepatu dan aksesoris bagi pria, wanita bahkan, juga anak-anak mulai dari bayi hingga 14 tahun. Merek ZARA membangun reputasinya dengan mengedepankan model-model terbaru yang elegan dan trendy namun tetap memberikan kenyamanan dan kualitas terbaik untuk para konsumennya.

http://www.famouslogos.us/zara-logo/

rosalia-mera-el-hilo-suelto-la-esfera-de-los-libros51N8mS4hASL._PIsitb-sticker-arrow-big,TopRight,35,-73_OU01_AC_UL320_SR216,320_

Big Bos  Zara : Amancio Ortega dan istrinya Rosalia Mera

1424640550126

February 4, 2015,  Zara Australia

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Zara terkenal dengan desainnya yang fleksibel dan mudah untuk dipadu padan dengan busana lain. Kalau diperhatikan, Zara tidak memiliki ciri khas gaya untuk desainnya, semua produk Zara sengaja dibuat untuk pasar luas.

Untuk satu produk, Zara memiliki 30.000 salinan tetapi produk tersebut tersebar rata di 5.157 toko di 81 negara. Jadi busana dan aksesori Zara tidak pasaran. Selain itu, beberapa produk unggulannya seperti blazer, jaket dan celana rata-rata terbuat dari material berkualitas. Potongannya juga pas mengikuti bentuk tubuh.

Terkadang, kesuksesan sebuah brand besar tidak semata-mata karena produk itu sendiri. Tapi cerita atau intrik di baliknya juga sedikit banyak mendongkrak kepopuleran brand tersebut. Sepertinya Zara cukup sadar akan hal itu. Sang founder, Amancio Ortega mempunyai strategi pemasaran dengan tetap menjaga kerahasiaan dengan menolak untuk diwawancara oleh media.

Nama merek yang pendek dan pelafalan yang sama di setiap bahasa membuat brand Zara mudah diingat. Awalnya Zara bernama Zorba yang artinya ‘the greek’. Tetapi pemilik sebuah bar yang berada di dekat butik protes akibat nama yang sama. Lalu diubah menjadi Zara. Ironisnya, Spanyol merupakan satu-satunya negara yang mengucapkan Zara dengan pelafalan “Tha-ra” dan bukan “Zah-hra”

amantio-ortega

 

Setelah Bill Gates dan Carlos Slim Helu, ada nama seorang Amancio Ortega Gaona sebagai orang terkaya di dunia. Hanya sedikit yang pernah mendengar namanya. Memang, profilnya sangat rahasia. Dia menghindari tampil di muka umum, dan menolak semua permintaan wawancara. Sampai tahun 1999, tidak ada foto Ortega yang pernah diterbitkan di manapun.

Europe’s Richest Man / Cowok  Super Kaya di Eropa (October 2014)

The Europe richest man is famous of building his wealth from nothing. He is a son of a railway worker. I am sure he cannot accumulate $55.6 billion of net worth (October 2014) without his creativity and determination.

Amancio-Ortega-Wealth-from-Scratch

 Amancio Ortega Wealth from Scratch

Menurut   Bloomberg Cowok Super Tajir di Eropa  7 Turunan Gak Habis (June 2, 2015)

The 79-year-old who hails from Spain is worth over $71.5 billion as of June 2, 2015, according to Bloomberg. Bill Gates remains the world’s richest man with a net worth of over $85.5 billion.

Buffet’s net worth of $70.2 billion — over $1 billion shy of Ortega’s new total — drops him well into third.

Menurut   Forbes  Cowok Super Tajir Termehek – Mehek  di Dunia Tahun  2015

1

Namun, jauh di belahan bumi lainnya, di Paris, Milan, New York, bahkan Indonesia, Ortega berhasil membangun kerajaan fashion yang menjangkau lebih dari 80 negara. Anda pasti mengenal Zara. Ya, Ortega adalah pendiri Zara. Dan net worth Ortega diperkirakan mencapai $ 56 miliar.

Akan tetapi, siapa sangka bahwa orang terkaya ketiga di dunia ini berasal dari keluarga pelosok yang miskin? Ortega adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Ia lahir di Busdongo de Arbas, sebuah dusun berpopulasi 60 orang di Spanyol, pada tahun 1936, ketika Perang Saudara meletus di Spanyol. Ayahnya bekerja sebagai pekerja kereta api, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Ketika Amancio masih kecil, keluarganya pindah ke La Coruña. Di sana, rumahnya tidak lain adalah sebuah rumah petak yang berbatasan dengan rel kereta api yang  sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat tinggal para pekerja rel kereta api.

Amancio mungkin akan bergabung ke dalam industri kereta api juga, jika tidak mengalami satu malam yang mengubah hidupnya, ketika dia berusia 13 tahun. Berjalan pulang dari sekolah, ia dan ibunya berhenti di sebuah toko lokal, di mana sang ibu memohon agar boleh berhutang.

“Dia mendengar seseorang berkata, ‘Señora, saya tidak bisa memberikan ini kepada Anda. Anda harus membayarnya,” kata Covadonga O’Shea, seorang teman lama Ortega yang menjalankan sebuah sekolah fashion di Universitas Navarra di Madrid dan menulis biografi resmi tunggal dari Ortega, The Man From Zara. “Dia merasa begitu terhina, sehingga ia memutuskan ia tidak akan pernah kembali ke sekolah.”

Ortego bukanlah keturunan pengusaha. Pria kelahiran Leon, Maret 1936 itu, berasal dari keluarga tak mampu. Ayahnya hanyalah pegawai kereta api dan sang ibu cuma pembantu rumah tangga. Ia bahkan harus  drop out dari SMA, karena orangtuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya.

Namun hal itu tak membuatnya patah arang. Selepas DO dari SMA, dia bekerja di industri tekstil Iberia di La Coruna. Inilah perkenalan pertama Ortega dengan dunia tekstil. Tak berapa lama kemudian, dia pindah kerja di sebuah rumah jahitan.

Ia bertugas sebagai pengantar pakaian yang dipesan orang-orang kaya. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Ortega kemudian dipercaya menjadi penghias kain dan asisten penjahit. Sejak itu, minatnya terhadap dunia tekstil terus tumbuh.

Awal 1960-an, setelah lebih dari satu dasawarsa berkecimpung di dunia tekstil, Ortega akhirnya dipercaya menjadi manajer di sebuah toko pakaian. Pada saat itulah, dia mulai menangkap peluang.

Disadarinya, hanya orang-orang kaya yang mampu membeli pakaian dengan harga mahal. Karena itu, dia akan membuat pakaian yang sama dengan harga murah.

Diawali dengan membuat gaun bersama istrinya, Rosalia Mera, pada 1963 ia kemudian mendirikan Confecciones Goa, sebuah konveksi. Beberapa tahun kemudian, dibukalah toko pertamanya. Ortega mulai mengorganisir ribuan perempuan membentuk korporasi menjahit. Memiliki uang tunai yang cukup, Ortega membuka toko pertamanya di tahun 1975, dua blok dari tempat kerjanya di masa remaja, Gala. Dia menamakannya Zara.

zara-study-case-4-638

Sigap menangkap keinginan pasar dan pelayanan maksimal, itulah yang diterapkan Ortego dalam menjalankan Zara. Berbeda dari perusahaan fashion lainnya yang menciptakan permintaan untuk tren baru pada musim semi atau musim dingin dengan membuat pergelaran busana, Zara justru membuat pakaian berdasarkan permintaan para pelanggannya di seluruh jaringan tokonya.

Caranya, Zara menugaskan pada 200 desainernya di Spanyol melakukan perjalanan keliling dunia untuk melihat perkembangan tren fashion di negara-negara lain. Dengan demikian ia bisa bergerak cepat dan lebih dulu menangkap perubahan pasar. Tak mengherankan, Zara menjadi trend setter bagi industri fashion.

Go Inside Zara’s Locked Down Headquarters in Spain

1-Zara-Headquarters-600x501

 SOME OF ZARA’S 200 DESIGNERS AT WORK IN THE COMPANY’S GOLIATH HEADQUARTERS

89448186 b

ZARA Empire. Design area in the Zara factory. sabon. Arteixo. La Coruna. The Spanish Fashion Company, INDITEX, owned by Amancio Ortega. The entire design, production and distribution of ZARA in the world. (Photo by Xurxo Lobato/Cover/Getty Images) , Credit: Xurxo Lobato / Contributor.

Tak hanya itu. Di La Coruna, desainer dan ratusan manajer produk tak henti berdiskusi untuk memutuskan model apa yang akan dibuat. Setiap hari mereka mengumpulkan saran dari seluruh manajer Zara di seluruh dunia. Setelah menimbang gagasan para manajer toko tersebut, tim desainer dan manajer produk memutuskan apa yang akan diluncurkan ke pasar. Maka, dibuatlah gambar dalam komputer untuk kemudian dikirim ke pabrik yang letaknya tak jauh dari lokasi kerja mereka.

Untuk memberi kenyamanan pada pembeli, di setiap gerai Zara terdapat kamar pas yang luas dalam jumlah yang banyak. Ada lebih dari lima ruang pas dalam satu gerai. Menariknya lagi, tamu boleh membawa maksimal enam potong baju ke dalam kamar pas.

Selanjutnya, para pramuniaga siap melayani kebutuhan konsumen. Seandainya saat mengepas baju konsumen ingin mencari nomor lain yang lebih sesuai dengan ukuran tubuhnya, dia tinggal meminta ke pramuniaga untuk mencari nomor yang diinginkan tanpa harus keluar dari kamar pas.

Kesigapan menangkap pasar dan penyajian layanan ekstra terbukti berhasil membawa Zara pada kesuksesan. Ortega pun kini tak sekadar memiliki Zara yang pamornya menjulang mendunia.

Rangkaian merk seperti Massimo Dutti, Oysho, Zara Home, Kiddy’s Class, Tempe, Stradivarius, Pull and Bear/Often, serta Bershka, juga dimilikinya. Lebih dari 14.000 orang, bekerja padanya.

Selain memiliki saham grup Inditex sebesar 59.29 persen, Ortega juga berinvestasi di bidang perminyakan, pariwisata, perbankan, dan real estate. Beberapa bisnis propertinya berada di Madrid, Paris, London, dan Lisbon. Sebuah hotel mewah dan kompleks apartemen juga dibangunnya di Miami. Tak hanya itu, ia dilaporkan memiliki sebuah sirkuit pacuan kuda Idan klub sepakbola. Dengan segala kepemilikannya itu ia menjadi orang terkaya di negeri matador, sekaligus konglomerat paling tajir kedelapan seantero jagad versi majalah Forbes.

Meski demikian, Ortega tetap tidak melupakan asalnya dari golongan orang tak berpunya. Meski telah menjadi konglomerat, ia tetap low profile. Selain tak mau mengumbar foto dirinya, ia juga menolak memakai dasi. Ia lebih memilih jeans sebagai pakaian sehari-hari. Sebagai pengingat masa-masa pahitnya, Ortega menulis sebuah buku, “De Cero a Zara.”

Butuh waktu 10 tahun bagi Ortega untuk mendirikan perusahaan induk, Inditex, dan membuka gerai internasional pertamanya di Portugal, yang mana sumber daya manusianya lebih murah daripada Spanyol.

2-Zara-Headquarters-600x355

 THE INDITEX HEADQUARTERS IN LA CORUÑA, SPAIN

Kini gerai baru Zara akan terbuka setiap harinya. Toko ke 6.000 Inditex baru saja diluncurkan di London Oxford Street. Sekarang, ada 46 toko Zara di Amerika Serikat, 347 di Cina, dan 1.938 di Spanyol.

Ortega membangun kerajaannya pada dua aturan dasar :

1) Berikan pelanggan apa yang mereka inginkan, dan  2) Berikan lebih cepat daripada orang lain. Kedua prinsip yang dipelajarinya dari Gala inilah yang  jadi rahasia sukses menakjubkan Inditex.

Di dalam pabrik Inditex tampak seperti dunia sci-fi bercampur dengan bagian ritel kuno. Operasi mereka didasarkan pada dua aturan dasar Ortega. Hal ini membuat mereka mampu terus restocking dengan kecepatan tinggi. Karyawan Inditex bekerja cepat dan efisien: Desainer menciptakan sekitar tiga item sehari, dan pembuat pola memotong satu sampel dari masing-masing. Dan di samping mereka, duduk seorang spesialis komersial penjualan, masing-masing dengan keahlian regional, yang membedah selera dan kebiasaan pelanggan menggunakan laporan penjualan dari manajer toko Zara untuk melihat apa yang memiliki daya jual tinggi dan apa yang pelanggan cari.

89448196

 ZARA Empire. Design area in the Zara factory. Sabon. Arteixo. la Coruna. The Spanish Fashion Company, INDITEX, owned by Amancio Ortega. The entire design, production and distribution of ZARA in the world.

89448309 b

ZARA Empire. Design area in the Zara factory. Sabon. Arteixo. la Coruna. The Spanish Fashion Company, INDITEX, owned by Amancio Ortega. The entire design, production and distribution of ZARA in the world. (Photo by Xurxo Lobato/Cover/Getty Images)

zara-online-product-operational-analysis-7-638

Yang mengherankan, Ortega tidak pernah memiliki kantor. Bahkan sekarang, orang ketiga terkaya di dunia itu duduk di meja di ujung ruang kerja terbuka di bagian pakaian wanita. Ortega lebih memilih kain untuk disentuh daripada memo untuk dibaca.

Staff zara

Gaya kerja Ortega dan kemampuannya untuk terhubung dengan setiap karyawan, bahkan karyawan tingkat rendah menaikkan pertanyaan yang menarik: Apakah gaya eksekutifnya akan lebih hirarkis dan konvensional jika ia berasal dari sebuah keluarga istimewa dan dengan gelar MBA , bukan dari kemiskinan dan sedikit pendidikan? “Kemiskinan jelas membentuk siapa dia,” kata Blanco, penulis biografi tidak resmi itu. “Ada rasa lapar akan kesuksesan di sana. Tunjukkan setiap petinju hebat yang tidak berasal dari latar belakang semacam ini. ”

91921460 b

 ZARA Empire. Logistic distribution center of the Zara Company. Sabon. Arteixo. la Coruña. The Spanish Fashion Company, INDITEX, owned by Amancio Ortega. The entire design, production and distribution of ZARA in the world. (Photo by Xurxo Lobato/Cover/Getty Images)

91921463

ZARA Empire. Logistic distribution center of the Zara Company in the Platform Zaragoza Plaza Exporting labels. The Spanish Fashion Company, INDITEX, owned by Amancio Ortega. The entire design, production and distribution of ZARA in the world.  Credit:  Xurxo Lobato / Contributor

DAN2011-ZARA-factoryLogisticG00001 b

ZARA manufactury facilities, Arteixo, La Coruña, Galicia, Spain. The Spanish Fashion Company, INDITEX, owned by Amancio Ortega. The entire design, production and distribution of ZARA in the world.

Semi pensiun, Ortega kini tinggal rumah lima lantai menghadap di laut di daerah La Coruña, di jalanan kota yang sibuk, dengan keamanan yang jelas sedikit. Dia makan sarapan setiap pagi (telur dan kentang goreng) dengan kenalannya di klub pengusaha La Coruña, dan beristirahat di akhir pekan ke rumah keluarga besarnya, di mana dia mengguling kambing dan ayam bakar dan mengumpulkan anak-anaknya yang sudah dewasa. Seperti sebuah kebiasaan, Ortega akan mencurahkan waktu seminggu dalam setahun untuk mendaki rute ke Galicia.

Zara bisa saja berubah. Akan tetapi orang yang membangun raksasa ritel itu akan selalu jadi pahlawan bagi yang berasal dari sebuah pedusunan. Pernah, ketika bepergian ke pembukaan gerai Zara di Manhattan, Ortega menyaksikan pembeli tumpah-tumpah di luaran gerai. Dia begitu terharu sampai harus mengurung diri di kamar mandi dan menangis. “Tidak ada yang boleh melihat air mata mengalir di wajah saya,” katanya kepada O’Shea. “Dapatkah kamu membayangkan bagaimana jika orang tua saya melihatnya? Betapa bangganya mereka karena putra mereka telah menguasai Amerika, mulai dari kota kecil yang hilang di penghujung utara Spanyol!”

zara man

 

664xauto-zara-tarik-baju-berbau-nazi-dari-pasaran-140828c

Nah Sobat Studentpreneur, jadi, apalagi alasan yang menghalangi Anda untuk berjuang meraih kesuksesan? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Daniel]

inditex

 Lauren Simmonds

The Inditex Clothing Company

The Inditex clothing company designs and manufactures everything in-house. New designs are delivered twice weekly to Zara stores meaning that the styles on the shop floor are kept fresh and new at all times. Zara’s high turnover rate for clothing has caught the eye of some celebrities including Princess Kate, Jennifer Lopez, Alexa Chung, Lana Del Rey and Rihanna who have all been spotted wearing Zara dresses. Most manufacturing takes place in countries such as China and Turkey where the cost of labor is cheap. The Inditex design department is located in the Galician town of Arteixo. It’s an enormous building house over 300 workers from more than 30 different countries. Inditex is made up of more than 100 different Spanish clothing brands including:

  1. Massimo Dutti – this store offers classier, more elegant designs.  It is the most expensive of all the Inditex brands and it offers fashion for women, men and children.
  2. Oysho – this is a women’s underwear/pajama store that caters for young women, children and babies. In the summertime there is also a swimwear line.
  3. Pull and Bear – this brand focuses on laid back clothing and accessories for young people at affordable prices.
  4. Stradivarius – this brand is aimed at young women. It offers a selection of cutting edge clothing garments and accessories.
  5. Zara – the flagship store. It encompasses many different styles for women, men and children, from daily clothes to more formal dresses and suits.
  6. Bershka – this store started off distributing fashion for girls but more recently it has established a men’s section too. Like Pull and Bear, its overall style is urban street wear.
  7. Uterque – this is the latest addition to the Inditex clothing company. It offers accessories such as handbags, shoes, jewelry and sunglasses. Besides Massimo Dutti, this is the most expensive of all the Inditex brands.

Bagi pecinta mode, nama Zara tentulah sudah tidak asing lagi. ZARA hadir di Indonesia sejak butik pertamanya buka di Plaza Indonesia pada 18 Agustus 2005, yang dikelola oleh PT. Sarimode Fashindo Adiperkasa, anak perusahaan dari perusahaan ritel terkemuka PT. Mitra Adiperkasa Tbk (MAP).

Zara  memang mempunyai reputasi yang tak diragukan. Tidak heran bila gerainya tak pernah sepi pembeli.

Adalah Amancio Ortega Gaona yang menjadi arsitek kesuksesan Zara. Lelaki yang diposisikan London Times di puncak 25 orang paling dinamis di industri fashion ini.

Berdasarkan laporan Inditex, perusahaan induk yang mengelola Zara dan 7 merek lainnya, sampai 2005 omzet Zara sebesar 8,7 miliar dolar AS. Hampir 60 persen dari nilai itu didapat dari penjualan di luar Spanyol.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Today’s Outfit: Baju, Sepatu & Rok dari Zara

Sunday, December 29th, 2013 at 10:00 am

Salah satu rok kesayangan ini pernah dipakai untuk Today’s Outfit di awal tahun 2012. Sekarang sudah bulan Desember 2013, berarti umurnya sudah hampir 2 tahun. Masih terlihat bagus-bagus aja, kan? Dan yang paling penting, masih muat! Saya suka rok ini karena warnanya, bahannya dan juga modelnya yang membuat saya merasa sedikit lebih ladylike. Walaupun atasannya hanya t-shirt polos tapi tidak terlihat terlalu casual.

Yang lucu, baju, rok dan sepatu yang saya pakai ini semuanya dari Zara. Padahal nggak direncanakan seperti Today’s Outfit yang seluruhnya memakai Mango, karena waktu itu memang semuanya dibeli pada saat yang bersamaan.

TO08-600x751

 Baju, Rok, Sepatu: Zara | Tas: Chanel Biarritz

IMG00266-20100413-1539

 Rabu 14 April 2010

in this photo : Kerudung beli di cipadu, kemeja Max Mara, Blazer Zara Basic, Celana lupa namanya :p, sepatu Belagio
 postingan kali ini spesial untuk junior saya, yang menanyakan bagaimana baiknya “baju kerja” untuk wanita berjilbab. Hai Junior, foto-foto yang lain menyusul ya ;)
.
Minggu 05 Juni 2011
CIMG0233
CIMG0241
Nah ini tempat belanja idaman hehehe gara2 ZARA koper gue overload 10KG abisnya guee heran yaa masak di indonesia baju zara bisa di atas 200-400 ribu ehh di sweden zara cuma 79 k alias 90 ribuan mana bebas pajak lagi secara ekeu turis hihihi duhh kalo beli2 zara di indonesia mah cuma gede bayar gengsi ama bayar bea cukainya doaaaangggg rugiiiiiii….. di toko ini gue berjam-jam nyari kaos2 dan jeans lucu hahahha rela deh gue ngabisin gaji gue buat belanja di zara asal ZARA sweden yahhhhh ;)
 .
Gaya Hijab Rusia Ala Angel Lelga
162405_1
Dalam foto ini, Angel mengenakan atasan rancangan Alberta Ferretti yang dipadukan dengan celana detail bordir dari Zara. Wanita keturunan Tionghoa itu mengenakan scarf bahan satin silk yang dibelinya ketika di Turki. Angel melengkapi gayanya dengan sepatu Louboutin silver kesayangannya.
 .
Kalau yang ini foto bersama penggemarnya Angel.. hihiixixixixixi
11378635_1452257205089382_1311660374_n
 .
11358195_1431984583789815_274689925_n
 Cari tambahan dulu yaaaaaa….
.
11311143_409542849240377_2056527834_n
Asyiknya naik becak , ayo abang becak  Terus Lanjutkan   acaranya  (baksos di Surabaya)
 .
By   on 30 Jul 2014 at 09:05 WIB

Liputan6.com, London Commonwealth Games adalah sebuah ajang olahraga yang diikuti oleh negara-negara anggota Commonwealth of Nation (negara-negara yang dulunya bagian dari teritori kerajaan Inggris). Common Wealth Games 2014 berlangsung pada 23 Juli 2014 – 3 Agustus 2014.
Senin, (28/7/2014), pasangan Pangeran William dan Kate Midlleton beserta Pangeran Harry menonton pertandingan senam indah. Seperti biasanya, yang tak bisa diabaikan dari figur seorang Kate Middleton saat berada di ruang publik adalah gaya busana.

Kate+Middleton+Arrivals+20th+Commonwealth+0_UhS3hs6gwl

Kate+Middleton+Arrivals+20th+Commonwealth+m1iPcPyncwul

Pada acara ini, mata pemerhati gaya Kate menemukan sesuatu terkait tampilannya. Yakni mengenai blazer yang dikenakan oleh Kate. Seperti dilansir dari The Daily Mail, Selasa (29/7/2014), blazer yang dikenakan Kate saat itu sudah pernah digunakannya pada kunjungan resmi ke Australia dan New Zealand.
Kate_Middleton_in_Zara_on_Commonwealth_Games_2014_1
Menariknya, blazer tersebut bukanlah blazer dari rumah mode mewah. Blazer itu berasal dari label high street fashion, Zara. Harga blazer Zara itu adalah 79,99 poundtserling (sekitar 1,5 juta rupiah). Seperti juga pada kunjungannya ke Australia dan New Zealand, Kate memadukan double breasted blazer itu dengan skinny jeans dan wedges.
.

Monday, June 17, 2013

JQ3A3153 b

JQ3A3157 b

JQ3A3152

Topshop top // Zara bag // UNIF shoes // Candelopops socks // Karl Alley snapback

 

Saturday, January 10, 2015

  IMG_3116

   IMG_3188 IMG_3109

   IMG_3031

   IMG_3122

Details : 
Satin scarf : Nonizakiah
Long coat : Zara
T-shirt : HnM
ripped jeans : @sabrinashoppie (instagram)
Bag :  Chanel
Flats : Salvatore ferragamo
.

   Sunday, February 8, 2015

ABAYA IN TOWN

                                         DSC_7745  DSC_7737

                                         DSC_7792

                                         DSC_7761  DSC_7863

Details :
Abaya : @Zamara_couture (Instagram)
Turky plain scarf : @Ghaniea (Instagram)
Jeans : Zara www.zara.com
Glasses : D&G
Flats : Ferragamo
Sneaker : Converse
My nano spray from @culistamakeupartist (Instagram)
My socks : @ayyscovered (Instagram)