JAKARTA. Dua bulan lagi akan menjadi momok bagi inflasi. Bank Indonesia (BI) melihat inflasi akan mencapai puncaknya pada bulan Juli sebagai akibat faktor Lebaran.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selama tiga bulan mulai dari Mei hingga Juli akan terjadi inflasi. Puncaknya akan berada pada bulan Juli. Sayangnya, Perry belum mau menjelaskan seberapa besar perkiraan inflasi pada bulan ketujuh tersebut.

Dalam hal ini, BI akan memperkuat kerja sama antar daerah sebagai langkah antisipasi. “Bagaimana kerja sama antar daerah sehingga pasokan terdistribusi secara baik,” ujar Perry, akhir pekan lalu.

Dirinya mengatakan, meski inflasi akan tinggi, namun tekanannya tidak akan setinggi tahun lalu. Asal tahu, pada bulan Juni 2013 pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya inflasi pada bulan Juli mencapai 3,29% dan sepanjang tahun 2013 inflasi mencapai 8,38%.

Selain itu, menurut Perry, permintaan konsumsi domestik pada tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Pasalnya, aktivitas ekonomi tahun ini yang memang menurun seiring perlambatan ekonomi yang terjadi.

Karena itu, meskipun secara musiman inflasi akan naik, BI melihat inflasi tidak akan setinggi tahun lalu. Untuk bulan Mei sendiri, BI perkirakan inflasi akan berada di bawah 0,2% sehingga inflasi tahunan alias year on year berada pada posisi 7,2%%-7,3%.

Editor: Asnil Bambani Amri
Oleh Margareta Engge Kharismawati

http://nasional.kontan.co.id/news/waspada-inflasi-puncak-di-bulan-juli