Bisnis.com, JAKARTA – Perbankan diprediksi mampu menyiasati perlambatan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) palng cepat pada Februari 2014.

EVP Coordinator Consumer Finance PT Bank Mandiri Tbk. Tardi memproyeksikan akibat penaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia sebanyak total 150 Bps pada tahun ini dan penaikan based lending rate 13 Bps, pada tahun depan pertumbuhan KPR akan melambat 2,14% dengan jeda (lag) 4 bulan.

“Sebenarnya, sejak ada regulasi LTV pada pertengahan tahun lalu, perlambatan KPR sudah mulai terasa, tapi akan semakin terasa tahun depan. Perbankan akan menemukan ritme baru paling cepat 4 bulan ke depan, seperti bagaimana cara disburstment-nya,” tutur Tardi, Kamis (28/11/2013).

Untuk perseroan, Tardi memproyeksikan hingga akhir tahun ini masih akan tumbuh 22%-23% YoY, sedangkan pada tahun depan akan melambat ke 17%.

Berdasarkan catatan kinerja per September 2013, total KPR Bank Mandiri mencapai Rp27,35 triliun atau tumbuh 30,78% dibandingkan dengan per September 2012 Rp20,91 triliun.

Lebih lanjut, Tardi mengatakan, regulasi BI khususnya loan to value(LTV) merupakan pemicu utama perlambatan tersebut. Adapun, 50,3% dari total KPR perbankan dipastikan terkena LTV.

Kendati demikian, Tardi memaparkan tujuan BI merilis regulasi tersebut memang agar industri properti dan perbankan lebih stabil. Pasalnya, saat ini kredit konsumsi khususnya untuk properti tumbuh melesat melewati pertumbuhan total kredit perbankan.

sumber: bisnis.com